Social Icons

Kamis, 25 Oktober 2012

Jakarta kita tergenang.....Jakarta kita tertimbun sampah ...


Jakarta sudah sangat akrab dengan fenomena banjir , baik banjir besar berkala 5 tahunan , banjir rob atau Banjir kiriman tetangga. Selama ini banyak warga menuntut kepada pemimpin untuk menuntaskan masalah banjir . Tetapi banyak sekali warga yang tidak mau menyadari ,bahwa sebenarnya merekapun mempunyai andil sangat besar dalam rangka menenggelamkan Jakarta menjadi kubangan kolam besar karena banjir.Tidak semua hal harus dibenankan kepada seorang pemimpin , andil dan peran serta masyarakat juga sangat diperlukan dalam mensukseskan program program kerja yang dicanangkan pemerintah. Penanganan masalah lingkungan bukan hanya tanggung jawab seorang pemimpin , tetapi merupakan tanggung jawab bersama sebagai warga negara yang baik. Sehebat apapun seorang pemimpin , beliau tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan rakyatnya . Masyarakat harus menyadari bahwa dampak lingkungan yang yang buruk sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik aspek kesehatan maupun keindahan kota.


Beberapa hal memang harus diatasi dengan kebijakan pemerintah berupa peraturan dan kebijakan-kebijakan lainya . Namun untuk hal yang lebih sederhana , adalah merubah kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah disungai . Menghidupkan lagi semangat kebersamaan dengan secara berkala melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan , bukan hanya sekitar rumah masing masing tetapi juga saluran pembuangan air yang terdekat dari tempat kita berdomisili. Kegiatan kebersamaan seperti ini , bukan hanya bertujuan membersihkan lingkungan tetapi juga menjalin keakraban dan persatuan , untuk meminimalisir gaya hidup masyarakat yang semakin individualis. Dengan  berkegiatan seperti ini , masyarakat akan lebih mengenal satu sama lain , semakin komunikatif dan sigap serta peka dalam mengentaskan segala permasalahan di sekitar lingkungan.

Selain karena faktor alam , yaitu letak Jakarta yang merupakan dataran rendah sehingga menjadi banjir pada saat air laut pasang ( Banjir Rob ), faktor musim penghujan yang seringkali membuat Jakarta kita tergenang dan menjelma menjadi kolam raksasa. Faktor kebersihan lingkungan juga mempunyai andil yang luar biasa dalam masalah penanggulangan banjir Jakarta . Mari kita cermati kondisi saluran pembuangan air atau drainase di sekitar kita , hampir semua dalam kondisi macet dan menggenang . Bahkan kadang kala saking iritnya , kadang di beberapa tempat tidak tersedia got atau parit yang menjadi saluran pembuangan , atau di tempat tempat padat penduduk ,saluran pembuangan air hanya merupakan sebuah garis kecil yang sama sekali tidak memenuhi syarat untuk disebut got. Hanya sebuah ceruk kecil yang tidak dalam , ditambah lagi dengan timbunan sampah , ....bagaimana mau tidak banjir...???!

Di beberapa tempat yang memiliki saluran air lebih besarpun kondisinya sangat menyedihkan, pengendapan lumpur membuat got menjadi dangkal dan tidak mampu menampung air seperti yang diharapkan , ditambah lagi dengan timbunan sampah yang mengapung berwarna warni di permukaannya....wow...luar biasa. Bukankah hal semacam ini sebenarnya dapat kita minimalisir apabila kita memang menyadari betapa pentingnya fungsi saluran air...?  Apakah hal-hal semacam itu, menurut kita hanya tanggung jawab para pemimpin...? Apakah kita hanya ingin menjadi penonton dan komentator yang hanya bisa mengatakan bahwa pemimpin kita gagal dalam menanggulangi banjir .? Sementara kita masih tetap saja berbuat sama , dengan membuang sampah di saluran air dan tidak peduli dengan kondisi sekitar kita ?

Mari kita bersama mewujudkan jakarta baru dengan mulai berinisiatif di lingkungan kita , memberikan kontribusi aktif terhadap pemimpin kita dalam beberapa bidang yang dapat kita lakukan secara swadaya masyarakat...Mari kita jalin kembali kebersamaan kita , untuk menjadikan Jakarta baru tidak hanya slogan semata....


Write by : "moengiel"
Untuk Beranda Jakarta Baru



Comments
7 Comments

7 komentar:

  1. Benar, swadaya masyarakat perlu terus dibangun, mulai dari jiwanya, lalu raganya, berbuat untuk Jakarta Raya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak , Rofinus , terima ksih atas komentarnya , apabila ada kritik , saran dan masukan , sya dengan senang hati akan mendengar dan mencoba memperbaiki...selamat pagi , selamat beraktifitas . Tuhan memberkati

      Hapus
  2. Berikan masukan dan komentar anda pada kolom komentar untuk menjadi masukan bagi kami...terima kasih

    BalasHapus
  3. Selamat atas terbitnya BERANDA JAKARTA BARU, semoga beranda di alam maya ini menjadi beranda yang terbuka dan penampung ide yang dicintai oleh Warga Jakarta khususnya dan Warga Bangsa Indonesia umumnya. Selamat berkarya TIM ADMIN.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Mad Wid, terima kasih atas doa dan atensinya ....berangkat dari dunia maya , kami ingin mentranformasikan ke alam nyata dengan tidakan yang nyata pula . Mohon dukungannya

      Hapus
  4. Bung Leo : Kalau di liat di Foto di Mana saluran pembuangan air atau drainase nya begitu kecil , maka yg Punya Rumah di liat dari Pagar Rumah saja kokoh tetapi Saluran Air tdk terpikir oleh yg punya Rumah. Ada baik nya RT RW tsb mendatangin memberi penjelasan kepada sang pemilik Rumah untuk ikut berpartisipasi. Kalau Alasan nya sibuk maka dia bisa menyuruh org lain untuk mengerjakan nya pada saat itu dia sudah langsung berpartisipasi menyediakan dana untuk mengeruk memperbesar Drainase tsb, Atau ikut bergotong royong bersama se RT/ RW . JADI BUKAN ORG BERANDA YG MEMIKIR KAN SOLUSI KEMUDIAN JUGA TERJUN KELAPANGAN MENGERJAKAN NYA. EMANG NYA KITA INI BABU LOL.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bung Leo , terima kasih commentnya . Sebenarnya Fungsi BJB , bukan seperti itu , kita akan menginisiasi warga untuk kerja bakti . Bukan kita yang jadi kuli ...

      Hapus

 

Sample text

Sample Text